Sekrup atau Paku? Kapan Harus Memakai Masing-Masing

Tips 1 menit baca Oleh Tim PD Sinar Sakti
Tumpukan sekrup kayu berwarna kuningan

Pertanyaan ini sering kami dengar di toko: “Pak, untuk ini pakai sekrup atau paku?” Jawabannya tergantung pada jenis beban dan apakah sambungan perlu dibongkar lagi nanti.

Kapan memakai paku

Paku lebih lentur. Saat menerima beban dari samping (geser), paku cenderung melengkung, bukan patah. Karena itu paku cocok untuk:

  • Rangka atap dan bekisting cor
  • Pekerjaan kayu kasar yang perlu cepat
  • Memasang seng atau asbes (gunakan paku payung)
  • Menempel ke dinding bata atau beton (gunakan paku beton)
Tumpukan paku baja di atas latar hitam
Paku lebih lentur saat menerima beban geser.

Kapan memakai sekrup

Ulir sekrup mencengkeram material sehingga daya tariknya jauh lebih kuat. Sekrup juga bisa dilepas tanpa merusak benda kerja. Pilih sekrup untuk:

  • Furnitur, lemari, dan rak
  • Plafon dan partisi gypsum (sekrup gypsum)
  • Rangka baja ringan (sekrup self-drilling)
  • Memasang barang ke dinding dengan fischer

Ringkasan cepat

PakuSekrup
Kecepatan pasangCepatLebih lama
Daya cengkeramSedangKuat
Bisa dibongkarSulitMudah
Beban geserBaikCukup

Tips: Untuk kayu keras atau dekat ujung papan, buat lubang pandu lebih dulu agar kayu tidak pecah — baik saat memakai paku maupun sekrup.

Butuh perkakasnya?

Tanyakan stok dan harga terbaru langsung ke tim kami.

Tanya via WhatsApp Lihat katalog

Chat WhatsApp